Mengenal Kambing Jawa Randu Untuk Paket Aqiqah Duren Sawit

Ketika mendekati hari raya Ied Adha kita kaan terkaget kaget mendengar betapa banyak jenis kambing yang adadi Indonesia, kadang kami penyedia Paket Aqiqah Duren Sawit saja masih suka bingung membedakan jenis kambing yang ada.

paket aqiqah duren sawit

Salah satunya antara hewan qurban kambing jawa dan hewan qurban kambing jawa randu masih bingung untuk membedakannya.

Walaupun sama sama hewan qurban kambing tetapi keduanya memiliki perbedaan dan  karakteristik.

Karakteristik Hewan Qurban Kambing Jawa Randu.

Faktanya adalah hewan qurban kambing Jawa Randu aadalah jenis kambing dari persalinan kambing kacang dengan kambing ras peranakan etawa.

Kambing Qurban jawa randu itu memiliki sifat sifat mudah makan rerumputan seprti halnya kambing kacang.

Sedangkan dari sisi postur tubuh memiliki postur kambing pedaging yang besar seperti kambing etawa pada umumnya.

Bobot hewan qurban kambing jawa randu Bisa mencapai berat lebih dari 70 kg.

Memiliki postur yang gagah dan kambing jawa randu adalah jenis kambing yang kuat dan cepat tumbuhnya

Asal Kambing Qurban Jawa Randu.

Kambing Jawa Randu yang merupakan kambing asli Cilacap dimana Anda akan mudah mendapatkan bibit kambing jawa randu.

PIhak pemerintah Cilacap mengharapkan kambing jawa randu dapat menjadi jadi ikon Cilacap.

Salah satu sentra peternakan kambing jawa randu sentranya berada wilayah Kecamatan Karangpucung.

Kambing Jawa Randu Alternatif Kambing Penghasil Daging dan Paket Aqiqah

Seperti yang telah kami sebutkan di atas bahwa kambing jawa randu memang tak segagah dan tak secantik etawa.

Jenis kambing ini termasuk kambing penghasil daging serta susu yang baik seandainya dirawat dengan benar selayaknya kambing etawa.

Sehingga jenis kambing jawa randu lebih cocok sebagai alternatif penghasil daging karena harga kambing jawa randu relatif lebih murah daripada kambing etawa.

Selain itu juga jenis kambing jawa randu dijadikan sebagai kambing kurban dan juga sebagai salah satu paket aqiqah duren sawit.

Dengan postur kambing jawa randu memiliki postur tubuh yang lumayan bongsor ketimbang kambing kacang.

Memang saat ini ada banyak penyedia paket aqiqah duren sawit yang memilih memakai domba sebagai salah satu hewan untuk aqiqah selain dari sisi harga yang murah daging nya pun lebih empuk dibandingkan dengan kambing.

Bingung Cari Jasa Aqiqah Sesuai Sunnah Jakarta Timur

Salah satu bentuk syukur atas kehadiran seorang anak bagi orang tua adalah dengan melaksanakan ibadah aqiqah. Tapi yang jadi permaslaha nya adalah Jasa Aqiqah Jakarta Timur mana yang dapat Anda pilih untuk dapat melaksanakan ibadah aqiqah.

Sebagai orang tua tentu saja tidak ingin melaksanakan ibadah aqiqah ini hanya berdasarkan biaya yang murah saja tetapi tentu saja mencari jasa aqiqah sesuai sunnah di jakarta timur yang menajdi pilihannya.

Mengapa melakukan aqiqah sesuai sunnah karena sebuah ibadah tentu saja ada tuntunannya yang dilaksanakan oleh Rosululloh, jadi bukan sekedar melaksanakn aqiqahnya.

Nah kriteria apa saja yang dapat kita jadikan patokan ketika jasa aqiqah jakarta timur melaksanakan aqiqahnya sesuai sunnah:

  • Pelaksanaan aqiqah pada hari ketujuh.
  • Bersedekah dengan perak sesuai dengan timbangan rambut.
  • Aqiqah untuk anak laki laki dua ekor domba kambing dan anak perempuan 1 ekor domba kambing.
  • kambing aqiqah tidak disyaratkan harus mencapai umur tertentu atau harus tidak cacat

    Untuk lebih jelasnya dapat dibaca di https://almanhaj.or.id/856-ahkamul-aqiqah.html.

Secara garis besarnya seperti yang telah kami paket aqiqah jakarta timur sampaikan diatas, jadi untuk melaksanakan ibadah aqiqah patokannya bukan sekedar paket aqiqah yang murah saja tetapi pastikan hewan nya sehat.

Seekedar informasi atau gambaran untuk saat ini domba yang berumur 6 bulan dengan berat timbangan 16 kilo adalah seharga Rp 800.000 dan dengan biaya masak adalah Rp 600.000 dimana akan menghasilkan 150 tusuk sate dan 60 bungkus gulai.

paket ekonomis aqiqah jakarta timur

Sedangkan untuk paket aqiqah nasi box itu dimulai harga Rp 12.000 per box dengan menu nasi putih, acar, kerupuk dan buah. Dengan asumsi diatas dapat kita hitung untuk total 60 paket nasi box aqiqah biaya yang harsu dikeluarkan adalah Rp 800.000 + Rp 400.000 + ( 60 x Rp 12.000) = Rp 1. 920.000.

Apabila Anda hanya ingin sebatas sate dan gulai cukup membayar Rp 1.200.000 dengan menggunakan domba dengan berat 16 kg.

Kalau lah ada yang menjual paket aqiqah jakarta timur di bawah harga itu bisa dicek berat domba yang digunakan dan masakan apa yang ditawarkan.

Karena saat ini ada banyak pihak pihak yang menjual jasa aqiqah jakarta timur dengan harag minimalis tetapi hasil yang ditawarkan tidak sesuai dengan syarat ibadah aqiqah.

Mau bertanya tanya seputar Paket Aqiqah Jakarta Timur silahkan hubungi kami di 0878-2226-0199 WA / SMS / TLP.

Aqiqah Pakai Kambing Domba Jantan Atau Betina

paket aqiqah murah jakarta timur
paket aqiqah murah jakarta timur

PERIHAL AQIQAH, KAMBING JANTAN ATAU BETINA

Pertanyaan.
Bolehkah berkurban atau aqiqah dengan kambing betina yang sedang hamil?
08522913XXXX

Kalau anak laki-laki lahir, kambing aqiqahnya berapa? Jantan atau betina? Dan kalau tidak mampu bagaimana? Apakah bisa ditunda dulu? Apa harus pada hari ke-7? Mohon penjelasan.
Ismail, Kolaka, Sultra, 081524203xxxx

Jawaban.
Persoalan yang disampaikan oleh dua penanya ini, kami gabungkan jawabannya, sebagai berikut :

Jasa Aqiqah Jakarta Timur | Aqiqah disyariatkan dalam Islam, sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengaqiqahi Al Hasan dan Al Hushain. Namun para ulama berselisih tentang hukumnya. Sebagian ada yang mewajibkan dan mayoritas mereka mensunnahkannya.

Imam Ahmad berkata: Al aqiqah merupakan Sunnah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melakukan aqiqah untuk Al Hasan dan Al Hushain. Para sahabat Beliau juga melakukannya. Dan dari Samurah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

كُلُّ غُلاَمٍ مُرْتَهِنُ بِعَقِيْقَتِهِ

“Semua anak yang lahir tergadaikan dengan aqiqahnya” [HR Abu Dawud, At Tirmidzi dan An Nasa-i].

Sehingga tidak patut, jika seorang bapak tidak melakukan aqiqah untuk anaknya. [1]

Aqiqah disyariatkan pada orang tua sebagai wujud syukur kepada Allah dan mendekatkan diri kepadaNya, serta berharap keselamatan dan barakah pada anak yang lahir tersebut [2]. Waktu pelaksanaanya, disunnahkan pada hari ketujuh. Jika tidak dapat, maka pada hari keempat belas. Bila tidak, maka pada hari kedua puluh satu. Sebagaimana Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :

كُلُّ غُلاَمٍ مُرْاَهِنُ بِعَقِيْقَتِهِ تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ

“Semua anak yang lahir tergadaikan dengan aqiqahnya, yang disembelih pada hari ketujuh”. [HR Ibnu Majah, Abu Dawud dan At Tirmidzi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 2563].[3]

العَقِيْقَةُ تُذْبَحُ لِسَبْعٍ أَوْ لأَرْبَعَ عَشَرَةَ أَوْ لإِحْدَ وَ عِشْرِيْنَ

“Aqiqah disembelih pada hari ketujuh atau empat belas atau dua puluh satu”. [HR Al Baihaqi, dan dishahihkan Al Albani dalam Shahih Al Jami’ Ash Shaghir, 4132].

Ada sebagian ulama, di antaranya Syaikh Shalih Fauzan yang berpendapat bolehnya melakukan aqiqah selain waktu di atas tanpa batas. Namun, mereka sepakat, bahwa yang utama pada hari ke tujuh. Sehingga, berdasarkan pendapat ini, maka orang tua yang belum mampu pada waktu-waktu tersebut dapat menundanya manakala sudah mampu.

Syaikh Shalih Al Fauzan mengatakan: Para ulama menyatakan, jika tidak memungkinkan pada hari ketujuh, maka pada hari keempat belas. Jika tidak mungkin juga, maka pada hari kedua puluh satu. Dan bila tidak mungkin juga, maka kapan saja. inilah aqiqah. [4]

Sedangkan yang berkaitan dengan ketentuan jumlah kambingnya, untuk bayi laki-laki dua kambing dan bayi wanita satu kambing. Ini berdasarkan hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَهُمْ عَنْ الْغُلَامِ شَاتَانِ وَعَنْ الْجَارِيَةِ شَاةٌ

“Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka aqiqah untuk anak laki-laki dua kambing, dan anak perempuan satu kambing”. [HR At Tirmidzi dan Ibnu Majah].

Ketentuan kambingnya disini tidak dijelaskan jenisnya, harus jantan atau boleh juga betina. Namun para ulama menyatakan, bahwa kambing aqiqah sama dengan kambing kurban dalam usia, jenis dan bebas dari aib dan cacat. Akan tetapi mereka tidak merinci tentang disyaratkan jantan atau betina. Oleh karena itu, kata syah (شَاةٌ ) dalam hadits di atas, menurut bahasa Arab dan istilah syari’at mencakup kambing atau domba, baik jantan maupun betina. Tidak ada satu hadits atau atsar yang mensyaratkan jantan dalam hewan kurban. Pengertian syah (شَاةٌ) dikembalikan kepada pengertian syariat dan bahasa Arab.[5]

Dengan demikian, maka sah bila seseorang menyembelih kambing betina dalam kurban dan aqiqah, walaupun yang utama dan dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ialah kambing jantan yang bertanduk. Wallahu a’lam.

[Disalin dari majalah As-Sunnah Edisi 04/Tahun IX/1426H/2005M. Penerbit Yayasan Lajnah Istiqomah Surakarta, Jl. Solo-Purwodadi Km.8 Selokaton Gondangrejo Solo 57183 Telp. 0271-761016]
________
Footnote
[1]. Perkataan Imam Ahmad ini kami nukil dari Al Muntaqa Min Fatawa Syaikh Shalih Fauzan (3/194).
[2]. Al Muntaqa Min Fatawa Syaikh Al Fauzan (3/194).
[3]. Al Wajiz Fi Fiqhi As Sunnah Wal Kitab Al Aziz, Abdul ‘Azhim Badawi, hlm. 405.
[4]. Al Muntaqa Min Fatawa (3/193).
[5]. Tentang hal ini, lihat keterangan Syaikh Ibnu Utsaimin dalam Syarah Nadzmu Waraqat, hlm. 89-90.

Read more https://almanhaj.or.id/857-perihal-aqiqah-kambing-jantan-atau-betina.html